Kamis, 05 November 2009

Kode Etik VR Realita

Penyimpangan terhadap Kode Etik Wartawan

Wartawan adalah orang yang meliput peristiwa, mengumpulkan bahan berita, dan melaporkannya kepada publik. Peristiwa yang dilaporkannya pun harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu sehingga layak untuk dilaporkan. Wartawan memiliki kode etik dalam melksanakan tugasnya. Baik itu dalam penulisan berita maupun dalam pencarian bahan berita. Kode etik tersdebut bukan untuk membatasi kinerja wartawan sehingga terasa sempit, akan tetapi kode etik tersebut ada agar tidak terjadi berbagai hal yang menyimpang yang dapat merugikan orang banyak.
Dengan adanya kode etik diharapkan akan tercipta suasana yang nyaman dan aman dalam pelaksanaannya. Namun, apakah semua itu sudah diaplikasikan secara sempurna? Mungkin secara sempurna tidak, akan tetapi nyaris sempurna. Karena, baik itu diakui ataupun tidak, terasa ataupun tidak, dalam kenyataannya terdapat beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh para jurnalis dan atau wartawan. Salah satu contoh yang pernah terjadi pada seorang wartawan yang tengah mencari bahan dan pada saat itu dia akan memasuki suatu wilayah, akan tetapi dia tidak memberikan identitas diri dan tidak mengenakan kartu pengenal sebagai identits dirinya pula. Sehingga terjadi kericuhan antara wartawan tersebut dengan keamanan di wilayah tersebut. Peristiwa tersebut bertentangan sekali dengn akode etik yang telah ditetapkan. Karena di dalam kode etik, wartawan haruslah memberikan identitas kepada sumber informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar